Total Tayangan Laman

tissa zone

.

ღ٩(●̮̮̃•̃)۶ღ

Minggu, 26 Desember 2010

:)

ta taaa.......

penyakit pada unggas

TETELO
Tetelo atau pes, sampar, cekak, Newcastle Disease ( ND ) atau pseudo vogel-pest dapat menyerah ayam segala umur, selain menghambat produksi, gangguan penyakit ini juga bisa mematikan ternak. Tetelo muncul setelah ayam mengalami komplikasi dengan penyakit lain atau kondisi ayam lemah maka mudah terjangkit tetelo, jika tetelo ganas ayam dalam satu kandang bisa habis dalam beberapa hari.

Gejala
Ayam yang sakit terkena tetelo menunjukan gejala sbb:
Sulit bernafas
Batuk-batuk
Bersin lesu
Mata mengantuk
Sayap terkulai ke bawah
Tidak aktif bergerak
Jengger tampak biru kehitaman
Tinja encer, hijau, dan kadang-kadang mengandung darah

Tanda paling spesifik
Leher ayam seperti terpelintir dengan kepala terangkat ke atas

Penyebab
Tetelo sangat menular menyebabkan virus My xo virus Multivormis. Penyakit ini menyerang terutama pada pergantian musim ( pancaroba ) dan kotak langsung dengan ayam sakit melalui udara atau binatang pembawa ( carrier )

Pencegahan
Tetelo dapat dicegah melalui vaksinasi, vaksinasi ini diberikan kepada ayam yang sehat. Ayam yang benar-benar sakit terkena tetelo harus dimusnahkan agar tidak menjadi sumber penularan bagi ayam lain yang sehat.
Umur 1 hari sampai 1 bulan ayam dapat divaksinasi menggunakan baksin ND aktif atau vaksin ND strain F yang diteteskan ke mata. Umur 1 bulan sampai 3 bulan menggunakan vaksin ND inaktif atau vaksin ND strain K yang disuntikkan secara untra muscular, umur di atas 3 bulan menggunakan vaksin gabungan ND IB inaktif secara intramuscular paling lambat 2 jam setelah dilarutkan, vaksin harus habis digunakan.

Vaksin aktif mengandung bibit penyakit hidup, tetapi sifatnya tidak terlalu ganas bagi ayam masa kekebalan ayam yang di vaksin inaktif mengandung virus yang sudah dimatikan oleh obat tertentu masa kekebalan ayam yang divaksin adalah 2 bulan.
Pemakanan vaksin ND strain lasota tidak dianjurkan untuk vaksinasi pertama pada daerah tingkat keganasan penyakit ND sedang ( karena bersifat terlalu kuat untuk ayam sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan relaksi vaksinasi yang berat pada anak ayam ). Namun pada tingkat keganasan penyakit ND sangat tinggi atau jika menggunakan vaksin ND Strain Hitcher B1 kekebalan yang dihasilkan masih dapat tertembus penyakit ND maka vaksin ND pertama dengan la sota boleh dianjurkan.

Menyelusuri Penyakit kegagalan Vaksin ND
a. Serangan ND dini ( <> 28 hari
Virus ganas lambat masuk.
Petugas kadang kurang training dan pengalaman.
Kurang sering pengambilan sampel darah untuk pengecekan titer
antibodi.
Semua penyebab serangan ND dini.

GUMBORO
Gumboro alias Infectious Bursal Disease menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama bagian bursa Fabrakis dan thymus kedua bagian ini merupakan benteng pertahanan ayam dari kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksin.
Gumoro tidak menimbulkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder sesudahnya mengakibatkan banyak kematian.
Secara umum gumboro terbagi menjadi dua, yaitu:
Gumboro klinik
Gumboro subklonik
Gumborna klinik menyerang anak ayam umur 3 – 7 minggu, kerusakan sistem kekebalan hanya bersifat sementara ( 2 – 3 minggu ).
Gumboro Subklonik tidak terditeksi umumnya menyerang anak ayam umur 0 -21 hari, sifat kekebalan hilang secara permanent.

Gejala
Ayam sakit terkena gumboro menunjukkan gejala sbb:
Gejala diare berlendir
Nafsu makan dan minum menurun
Badan gemeter, sukar sendiri
Bulu disekitar anus kotor.
Perilakunya suka mematuk disekitar kloaka akibat peradangan bursa fabrikus yang terletak di atas dubur.

Penyebab
Penyebab gumboro adalah virus IBD ( Infection Bursal Disease ) yang merupakan golongan red virus dan mempunyai struktur RNA.
Dalam tubuh ayam virus ini bertahan hidup lebih 3 bulan dan setelah itu masih bersifat infektif.

Pencegahan dan pengobatan
Penyakit gumboro tak bisa diobati, tetapi terdapat penyakit sekunder bisa dilakukan pengobatan dengan antibiotik seperti Sulfonamidus atau Nitrofurans.
Pencegahannya dengan cara sanitasi kadang dan vaksinasi pada umur 1 hari. Ayam divaksinasi dengan vaksin gumboro gabungan ( aktif dan inaktif ). Vaksin berikutnya pada umur 21 hari, 6 minggu dan 10 minggu dengan vaksin gumboro aktif ( Gumboro CT ). Kalau perlu diulangi pada umur 40 minggu dengan gumboro inaktif secara intramuskular.

BATUK DARAH
Ayam umur 14 minggu atau lebih sangat rentan terhadap penyakit batuk darah alias Infectious Laryngotracheitis.
Gejala
Ayam yang sakit menunjukkan
Gejala mata berair
Malas bergerak
Lender bercampur darah melekat pada rongga mulut dan tenggorokan.
Ayam sulit bernafas.
Sering batuk.
Paruh dan bulu terlihat percikan darah.
Ayam sakit mati karena saluran tenggorokan tersumbat.

Penyebab
Penyebabnya virus herpes, yaitu terpen avium. Ayam yang terkena sebaiknya dimusnahkan.

Pencegahan
Penyakit batuk darah dapat dicegah lewat vaksinasi. Jenis vaksin yang dapat digunakan antara lain Modifien LT Vaccine ( diteteskan pada mata ). Cloareal type vaccine ( digosokkan pada bibir atas kloaka ). Dan laryngo-vac nabilis ( produksi Intervet ). Vaksinasi dilakukan 2 – 3 bulan sebelum ayam bertelur.

Bronkhitis
Penyakit Bronkhitis alias Infectious Bronkhitis menyerang anak ayam di bawah umur 6 minggu. Angka kematian bisa mencapai 60 %. Pada ayam dewasa, angka kematian hampir tak ada.
Gejala
Penyakit ini menyerang alat pernafasan. Penularan terjadi melalui udara tercemar dari ayam penderita ayam terserang menunjukan gejala sakit setelah 48 jam terinfeksi. Gejala batuk, bersin, sesak nafas, ngantuk, mengeluarkan lendir dari hidung dan mata, nafsu makan dan minum menurun.

Penyebab
Penyebab penyakit virus golongan corona.

Pencegahan
Penyakit bronchitis dapat dicegah lewat vaksinasi. Jenis vaksin yang dapat digunakan adalah vaksin galur Massachusetts dan Connecticut, yang dapat diberikan lewat tetes mata atau hidung, bisa juga melalui air minum.

Kalau menggunakan vaksin LB Aktif ( Bioral H-120 ). Vaksin dilakukan pada umur 7 hari, 30 hari, dan 10 minggu dengan cara tetes mata. Selanjutnya pemberian vaksin dilanjutkan umur 18 minggu dengan vaksin ND-LB inaktif.

Marek
Marek alias Leukosis Akuta banyak menyerang anak ayam umur 3 – 4 minggu, terutama pada ayam komersial. Ayam umur 8 – 9 minggu juga rawan terserang marek. Penularannya bisa melalui debu kandang, kotor, litter, dan peralatan kandang.

Read more: http://heqrisonline.blogspot.com/2009/06/Jenis penyakit Ayam dan pencegahannya#ixzz19CsxqUXa

kandungan bahan pakan

1. Bahan Pakan Sumber Energi

Hasil pengamatan organoleptik terhadap beberapa jenis bahan pakan yang menjadi sumber energi :
Bahan pakan warna Tekstur bau rasa Sumber
Onggok Coklat krem Kasar Singkong Singkong Energi
Dedak padi Coklat Halus Padi Pahit Energi
Jagung Orange Butiran Bau jagung Manis Energi
Pollard Coklat muda Lembut Tepung terigu manis Energi

A.Jagung

Jagung merupakan tanaman semusim dengan siklus hidup 80-150 hari. Pada umumnya tinggi tanaman jagung mencapai 1-3m bahkan ada yang mencapai 6m. jagung meerupakan energi utama bagi ternak karena kandungan pati jagung lebih dari 60-80% dan mudah dicerna karena kandungan serat kasar relatif rendah. Pati jagung berbentuk amilosa amilopektin. Jagung mengandung xantofil yang berguna untuk meningkatkan kepekatan warna kuning pada kaki ayam dan kuning telur. Kandungan lemak jagung lebih tinggi 3% disbanding sorgum, gandum, gaplek dan beras. Protein pada jagung hanya 8,5%.

Berikut adalah besarnya persentase jagung dalam ransum :

- Jagung : 55% – minyak : 2%

- Dedak : 9% – fosfat : 1%

- Protein nabati : 25% – bahan lain : 4%

- Protein hewani : 4%

Sentra penghasil jagung terbesar di Indonesia adalah daerah Gorontalo sedangakan sentra pengolahan jagung terbesar di Indonesia berada di Lampung dan Jawa Timur. Sentra penghasil jagung terbesar di dunia berada di Meksiko selatan. Harga jagung per kg di daerah Sumatera Utara mencapai Rp. 2.100/kg, di jawa tengah Rp. 3.500/kg, di Yogyakarta Rp. 1.900- Rp.2.000/kg. harga jagung pipilan dengan kadar air rendah dijual dengan harga Rp. 2.200/kg – Rp. 2.350/kg.

Kandungan gizi dalam 100 gr jagung adalah sebagai berikut :

- Kalori : 355 kal

- Protein : 9,2 gr

- Lemak : 3.9 gr

- Karbohidrat : 73,7 gr

- Kalsium : 10 mg

- Posfor : 256 mg

- Besi : 2,4 mg

- Vitamin A : 510 SI

- Vitamin B1 : 0,38 mg

- Air : 12 gr

Permasalahan utama dalam produksi jagung :

- adanya kesulitan dalam pasca panen, sehingga jagung sulit dikeringkan.

- Komoditi jagung import lebih besar daripada jagung lokal.

- Harga jual jagung lokal rendah,karena kadar air masih mencapai 15%.

- Banyaknya tengkulak yang merugikan para petani jagung.

Solusi untuk mengatasi permasalahan jagung di Indonesia :

- Penetapan harga jual maksimum dan minimum

- Memperbesar hasil produksi agar hasil lokal dapat melebihi hasil import.

1. Onggok

Onggok adalah pakan sumber energi yang berasal dari sisa pengolahaan singkong menjadi tepung tapioka. Kandungan pada onggok antara lain :

- protein kasar : 2,89% – serat kasar : 14,73%

- abu : 1,21% – beta-N : 80,80%

- lemak kasar : 0,38% – air : 20,31%

Di Lampung timur harga per kg onggok kering asahan adalah Rp. 500/Kg,untuk onggok kering super harganya Rp. 950/kg. Untuk onggok basah asahan harganya sekitar Rp.12.000/karung dan untuk onggok basah super harganya Rp. 14.000/karung. Dalam ransum onggok digunakan sebesar kurang lebih 30%. Sentra penghasil onggok di dunia adalah Indonesia dan untuk sentra penghasil onggok terbesar di Indonesia adalah di daerah Lampung Utara.

Permasalan utama yang ada pada onggok adalah karena onggok memiliki kandungan protein yang rendah sekitar < 15 % dan memiliki kandungan serat kasar yang tinggi. Salah solusi untuk meningkatkan kualitas dari onggok tersebut. Fermentasi dilakukan secara semi padat dengan menggunakan Aspergillus niger secara inokulum dan campuran urea dan ammonium sulfat sebagai sumber nitrogen anorganik.

1. Pollard

Pollard adalah hasil sampingan dari proses pembuatan tepung terigu. Komposisi dari pollard adalah sebagai berikut :

- bahan kering : 88,4% – lemak kasar : 5,1%

- protein kasar : 17% – BETN : 45%

- serat kasar : 8,8% – abu : 24,1%

Harga pollard per kg adalah sebesar Rp.1.900. Persenatase penggungaan pollard dalam ransum sebesar 35%. Penghasil terbesar pollard di dunia adalah Australia. Permasalahan utama pada bahan pakan ini adalah kandungan protein pada pollard cukup rendah sehingga keutuhan nutrient ternak tidak tercukupi. Salah satu solusi untuk meningkatkan kandungan protein pada pollard adalah dengan cara fermentasi dengan menggungakan kapang Aspergillus niger.

1. Dedak Padi

Dedak padi berasal dari sisa penggelingan padi. Komposisi kimia dari dedak padi adalah sebagai berikut :

- Air : 10% – serat kasar : 10%

- protein kasar : 7,5% – lemak : 2,25%

- abu : 7,5%

Harga dedak padi adalah antara Rp.1.800-Rp.2.200/kg. Dalam ransum dedak digunakan sebesar 15% pada ayam petelur, pada fase starter digunakan sebanyak 20%, untuk ayam broiler 5-20%. Maksimal pemberian dedak pada ransum adalah sebesar 20 % karena dedak padi bersifat pencahar. Sentral penghasil dedak padi terbesar di Indonesia adalah daerah Karawang, Jawa Barat.

Permasalahan dari dedak padi dalam pemakaiannya dalam ransum adalah kandungan serat kasarnya sangat tinggi, kandungan kalsiumnya menurun sekitar 0,05%, kandungan posfor meningkat sekitar 15%, mudah tengik karena mengandung enzim lipase. Solusi untuk mengatasi permasalahan dedak padi tersebut antara lain dengan menyimpannya dalam suhu rendah. Penambahan enzim kompleks ( phitase, carbohidrase, protease ) akan meningkatkan nilai cerna dilihat dari aspek pertumbuhan dan efisiensi ranum.

B. Bahan Pakan Sumber Protein

Berikut ini adalah hasil organoleptik terhadap bebrapa jenis pakan yang menjadi sumber protein :
Bahan warna Tekstur Bau Rasa Sumber
Bungkil kedelai Kuning kecoklatan Kasar, butiran kecil Kedelai Manis Protein nabati
Tepung ikan Coklat tua Kasar Ikan asin Ikan Protein hewani
MBM Coklat tua Kasar Abon daging Daging Protein hewani
Bungkil kelapa Coklat tua Kasar Kelapa ongseng Pahit Protein nabati
Bungkil inti sawit Coklat tanah Butiran besar Sawit Agak pahit Protein nabati

1.
1. Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai adalah produk sampingan dari industri pengolahan minyak kedelai yaitu suatu masa yang tersedia setelah minyak diambil berdasarkan metode pembuatannya terdapat dua tipe bungkil kedelai yaitu :

1. soybean meal dehulled : bungkil dari biji kedelai yang telah dipisahkan dari kulit bijinya.
2. soybean meal regular : kulit bijinya ditambahkan kembali pada pembuatan minyak kedelai

Biji kedelai adalah biji-bijian yang tertinggi kandungan proteinnya yaitu sekitar 42%. Sewaktu panen biji kedelai masih cukup tinggi kandungan kadar airnya. Oleh karena itu perlu diturunkan lagi kadar airnya menjadi sekitar 15% agar dapat lama disimpan. Bila digunakan sebagai pakan perlu digiling terlebih dahulu agar mudah dicampur. Bagi ternak non ruminansia ( babi muda dan unggas ) perlu adanay pemansan 1150C selama 10 menit sehingga tidak mengganggu proses pencernaan.

Komposisi kandungan kimia dari kedelai adalah sebagai berikut :

- kadar air : 12% – calsium : 0,4%

- protein kasar : 46% – fospor : 0,8%

- serat kasar : 6,5 % – aflatonin : 50 (ppg)

- abu : 7% – lemak kasar : 3,7%

harga dari bungkil kedelai bsa mencapai Rp. 5000/Kg. persentase penggunaan bungkil kedelai dalam ransum adalah sebesar 25%. Sentra penghasil bungkil kedelai terbesar di dunia adalah Amerika Serikat. Permasalahan utama dari bungkil kedelai adalah harganya yang mahal, kualitas kedelai lokal yang masih juah dari kualitas kedelai import. Beberapa solusi dalam menagatasi permasalahan bungkil kedelai ini antara lain adalah peningkatan kualitas dari kedelai lokal serta peningkatan pajak import dari kedelai.

1.
1. Tepung ikan

Tepung ikan adalah pemanfaatan dari banyaknya produksi ikan. Komposisi kimia dari tepung ikan adalah :

- protein : 40-45% – lemak : 5,65%

- air : 8,72% – serat kasar : 2,38%

- abu : 7,19% – posfor :1,01%

Persenatase penggunaan tepung ikan dalam ransum berbeda-beda seperti pada ayam pedaging atau petelur tepung ikan digunakan sebesar 5-10%, itik petelur 5-10%, itik potong 5-12%, puyuh 5-10%, merpati 5%, kalkun 5-15%. Harga dari tepung ikan adalah sebesar Rp.4.000/Kg. sentral penghasil tepung ikan terbesar di Indonesia adalah di daerah Ponorogo,Jawa Timur.

Permasalahan dari tepung ikan adalah semakin lama disimpan aorama ikan akan menghilang oleh karena itu kandungan nutrisinya semakin kecil. Selain itu tepung ikan membutuhkan pengeringan yang tepat karena bila lembab mudah ditumbuhi jamur yang akan merusak kandungan nutrient. Beberapa solusi yang bisa dipakai dalam mengatasi permasalahan tepungikan diantaranya adalah penyimpanan tepung ikan dalam plastic untuk menghindari bakteri dengan jamur yang memicu kerusakan pakan. Penggungaan bahan pengawet agar tepung ikan menjadi lebih tahan lama.

1.
1. MBM

Komposisi kimia pada MBM adalah sebagai berikut :

- bahan kering : 88,5% – lemak : 11,75%

- abu : 27,73% – serat kasar : 2,71%

- protein : 61,13% – kalsium : 7,6%

- BETN : 0,68% – posfor : 3,76%

Harga per kg dari MBM adalah Rp.36.000. Persentase penggunaan dalam ransum adalah sebesar 1-3%. Sentra pengahasil terbesar di dunia adalah di Australia, USA, New Zeland. Permaslahan terkait tentang MBM adalah karena MBM tersebut import maka dikhawatirkan bahan dasar dari MBM tersebut telah terkontaminasi penyakit seperti anthrax atau penyakit mulut dan kuku. Solusi untuk mengatasi permasalahan MBM adalah meningkatkan kualitas produk lokal, membatasi ketergantungan akan import.

D.Bungkil Kelapa

Bungkil kelapa adalah sisa sampingan dari proses pembuatan minyak kelapa. Komposisi dari bungkil kelapa adalah sebagai berikut :

- bahan kering : 88,5% – serat kasar : 15,38%

- abu : 6,36% – BETN : 37,26%

- protein kasar : 18,58% – kalsium : 0,08%

- lemak kasar : 12,55% – posfor : 0,52%

harga per kg dari bungkil kelapa adalah Rp.2000. dalam ransum bungkil kelapa dipakai sebanyak 10-15%. Pengahasil terbesar bungkil kelapa di dunia adalah Indonesia dan di Indonesia yang menjadi sentra penghasil bungkil kelapa terbesar adalah di daerah Lampung. Permasalahan utama pada bahan pakan ini adalah kekurangan asam amino lysine dan histidin sehingga pemakaiannya untuk ternak monogastrik perlu diperhatikan keseimbangan asam aminonya. Dengan protei kasar yang umunya 20% belum bisa dimanfaatkan secara optimum. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan fermantasi menggungkan Aspergilus niger untuk meningkatkan kecernaannya. Penambahan urea atau ZA untuk meningkatkan kandungan protein.

1. E. Bungkil Inti Sawit

Ada dua tahap pengolahan kelapa sawit. Tahap pertama pengolahan sawit dari buah sawit yang menghasilkan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil), inti kelapa sawit, serat kelapa sawit dan lampung kelapa sawit. Tahap kedua adalah pengolahan inti sawit yang akan menghasilkan minyak inti sawit dan bungkil kelapa sawit. Bungkil inti sawit bisa diberikan sebanyak 20% pada unggas dan babi dan 30-40% pada ruminansia.

1. Bahan pakan Sumber Vitamin dan Mineral

Berikut ini adalah hasil organoleptik beberapa bahan pakan yang menjadi sumber vitamin dan mineral :
Bahan pakan Warna Tekstur Bau Rasa Sumber
Premix Coklat muda Agar Halus Pellet ikan Pahit Vitamin
Lime stone Krem Sangat halus Kapur Hambar Mineral
DCP Putih Halus Susu Hambar Mineral
Garam Putih Kristal Air laut Asin Mineral

1. Premix

Premix sangat berguna untuk kesehatan ertumbuhan dan produksi ternak yang optimal. Premix dilihat dari campuran berbagi macam mineral, makro ingredient ( bahan penyerta yang disatukan dalam suatu bahan pembawa yang diencerkan ). Premix terbagi menjadi tiga :

1). Premix V-M adalah feed supplement yang mengandung vitamin dan mineral

2). Premix V-A adalah feed supplement yang mengandung vitamin dan antibiotic

3). Premik V-A-M adalah feed supplement yang mengandung vitamin, mineral dan antibiotic.

Contoh premix adalah

1. top mix mengandung 12 macam vitamin ( A,D,E,K, Bkomplek ), metionin, dan lysine ( Mn, Fe, Zn, Co, dan Cu ) dan anti oksidan BHT.
2. Diamix mengandung vitamin A,D,E,K,B komplek, metionin,( Fe,Mg, Mo, Ca, Zn, Co,Cu ), antioksidan.
3. Mineral B12 mengandung CaCO3, FeSO4, Mn, SO4, KI, CuSO4 serta B12 ( sianokobalanin ).

Komposisi zat-zat makanan pada premix A adalah sebagai berikut :

- vitamin A : 10.000.000 IU – vitamin B12 : 4.000 mg

- vitamin D : 1.000.000 IU – DL-Metionin : 227.000 mg

- vitamin E : 7.000 mg – antioxidant : 125.000 mg

- vitamin K3 : 1.000 mg – Mg : 50.000 mg

- vitamin B1 : 1.000 mg – Fe : 10.000 mg

- vitamin B2 : 6.000 mg – Cu : 2.000 mg

- vitamin B6 : 500 mg – Mn : 15.000 mg

- Niacin : 10.000 mg – Zn : 10.000 mg

- Panthothenic acid : 500 mg – I : 100 mg

- Choline cloriene : 10.000 mg

Penggunaan premix dalam ransum hanya sebesar 0,4%. Perusahaan yang memproduksi premix dintaranya P.T. Priter Indonesia, Jakarta, Under Authority – Pritzer Inc, New York, USA. Harga perkilo dari premix adalah Rp. 16.000. permasalahan yang dihadapi bahan pakan ini diantaranya adalah masih importnya produk ini sertq harganya masil relative mahal. Solusi yang ditawarkan adalah pengoptimalan sumber vitamin dan mineral alami serta pengefisienan pemakaian.

1. DCP

Komponen kimia dari DCP diantaranya :

- posfat : 18%

- kalsium : 24%

- Pb : 0,003%

- As : 0,003%

- F : 0,15%

Harga dari DCP sebesar 1,200$/ ton. DCP dalam ransum hanya digunakan sebanyak 5 %. Sentra penghasil utama adalah China dan Thainland. Permasalahan utama untuk bahan pakan ini adalah Indonesia masih import DCP. Solusinya antar lain Indonesia harus bisa memproduksi DCP sendiri atau mengganti dengan bahan pakan yang kandungannya sama.

C.Kapur ( CaCO3 )

Kapur merupakan sumber kalsium bagi ternak. Penghasil kapur terbesar adalah Indonesia dengan Padalarang, Bandung sebagai tempat sentra produksi yang cukup besar. Harga kapur adalah Rp. 190/kg. kapur terbagi dalam dua ukuran yaitu ukuran 60 mesh dan 30 mesh. Dalam bentuk granular 1mm, 2-3mm, 3-5mm. Kapur mengandung 36-40% kalsium. Penggunaan dalam ransum 0,43% pada sapi dara. Permasalahan pada kapur antara lain penggunaan yang berlebihan pada dosis tinggi tanpa diikuti phosphor menyebabkan presipitasi garam kalsium pada berbagai jaringan terutama ginjal. Solusinya adalah dengan penambahan Phospor.

D.Garam ( NaCl )

Komposisi kimia dsaari garam adalah Na sebesar 39,34% dan Cl sebesar 60,66%. Harga perkilo dari garam adalah Rp. 300. Garam digunakan dalam ransum sebanyak 0,25-0,5%). Sentra penghasil garam terbesar di Indonesia yang terletak di daerah Madura sedangkan untuk penghasil garam terbesar di Dunia adalah China. Permasalahan produksi konsumsi nasional garam mencapai 1,7 juta ton/ tahun. Sedangkan saat ini produksi nasional hanya mencapai 1,2 ton/ tahun. Untuk mengatasi defisiensi mineral dimana mineral ini dalam ternak tidak disimpan dalam tubuh karena sebagian besar terdapat di dalam cairan tubuh. Sehingga dengan komposisi yang mengandung mineral esensial Na dan Cl membuat kita harus memberikan garam pada ternak.

BAHAN PAKAN

1. Jagung kuning
Selain jagung kuning, masih ada 2 warna lagi, pada jagung (Zea mays), yaitu jagung putih dan jagung merah. Diantara ketiga warna itu, jagung merah dan jagung putih jarang terlihat di Indonesia. Jagung kuning merupakan bahan baku ternah dan ikan yang populer digunakan di Indonesia dan di beberapa negara. Jagung kuning digunakan sebagai bahan baku penghasil energi, tetapi bukan sebagai bahan sumber protein, karena kadar protein yang rendah (8,9%), bahkan defisien terhadap asam amino penting, terutama lysin dan triptofan.

Kandungan nutrisi jagung :

* Bahan kering : 75 – 90 %
* Serat kasar : 2,0 %
* Protein kasar : 8,9 %
* Lemak kasar : 3,5 %
* Energi gross : 3918 Kkal/kg
* Niacin : 26,3 mg/kg
* TDN : 82 %
* Calcium : 0,02 %
* Fosfor : 3000 IU/kg
* Asam Pantotenat : 3,9 mg/kg
* Riboflavin : 1,3 mg/kg
* Tiamin : 3,6 mg/kg


Sebagai sumber energi yang rendah serat kasarnya, sumber Xantophyll, dan asam lemak yang baik, jagung kuning tidak diragukan lagi. Asam linoleat jagung kuning sebesar 1,6%, tertinggi diantara kelompok biji-bijian.

2. Dedak halus
Dedak merupakan limbah proses pengolahan gabah, dan tidak dikonsumsi manusia, sehingga tidak bersaing dalam penggunaannya. Dedak mengandung bagian luar beras yang tidak terbawa, tetapi tercampur pula dengan bagian penutup beras itu. Hal ini mempengaruhi tinggi-rendahnya kandungan serat kasar dedak.

Kandungan nutrisi dedak :

* Bahan kering : 91,0 %
* Protein kasar : 13,5 %
* Lemak kasar : 0,6 %
* Serat kasar : 13.0 %
* Energi metabolis : 1890,0 kal/kg
* Calcium : 0,1 %
* Total Fosfor : 1,7 %
* Asam Pantotenat : 22,0 mg/kg
* Riboflavin : 3,0 mg/kg
* Tiamin : 22,8 mg/kg


Kandungan serat kasar dedak 13,6%, atau 6 kali lebih besar dari pada jagung kuning, merupakan pembatas, sehingga dedak tidak dapat digunakan berlebihan. Kandungan asam amino dedak, walaupun lengkap tapi kuantitasnya tidak mencukupi kebutuhan ikan, demikian pula dengan vitamin dan mineralnya

3. Bungkil Kacang Kedelai
Selain sebagai bahan pembuat tempe dan tahu, kacang kedele mentah mengandung “penghambat trypsin” yang harus dihilangkan oleh pemanasan atau metoda lain, sedangkan bungkil kacang kedelai, merupakan limbah dari proses pembuatan minyak kedelai.

Kandungan nutrisi bungkil kacang kedelai :

* Protein kasar : 42 – 50 %
* Energi metabolis : 2825 - 2890 Kkal/kg
* Serat kasar : 6 %


Yang menjadi faktor pembatas pada penggunaan kedelai ini adalah asam amino metionin.

4. Bungkil Kacang Tanah
Merupakan limbah dari pengolahan minyak kacang atau olahan lainnya. Kualitas bungkil kacang tanah ini tergantung pada proses pengolahan kacang tanah menjadi minyak. Disamping itu, proses pemanasan selama pengolahan berlangsung, juga menentukan kualitas bungkil ini, selain dari kualitas tanah, pengolahan tanah dan varietas kacang itu sendiri.

Kandungan nutrisi bungkil kacang tanah :

* Bahan kering : 91,5 %
* Protein kasar : 47,0 %
* Lemak kasar : 1,2 %
* Serat kasar : 13,1 %
* Energi metabolis : 2200 Kal/kg


Kadar metionin, triptofan, treonin dan lysin bungkil kacang tanah juga mudah tercemar oleh jamur beracun Aspergillus flavus.

5. Minyak Nabati
Penggunaan minyak diperlukan pada pembuatan pakan ikan yang membutuhkan pasokan energi tinggi, yang hanya dapat diperoleh dari minyak. Minyak nabati yang digunakan hendaknya minyak nabati yang baik, tidak mudah tengik dan tidak mudah rusak. Penggunaan minyak nabati yang biasanya berasal dari kelapa atau sawit pada umumnya berkisar antara 2 – 6 %.

6. Hijauan
Sebagai bahan campuran pakan, kini hijauan mulai dilirik kembali, karena ternyata sampai batasan tertentu hijauan dengan protein tinggi dapat mensubstitusi tepung ikan. Hijauan yang dimaksud antara lain azola, turi dan daun talas, yang bila akan digunakan harus diolah terlebih dahulu, yakni pengeringan (oven atau panas matahari) tapi tidak boleh merusak warna, lalu penggilingan dan pengayakan.

regresi dan korelasi

REGRESI DAN KORELASI

Hubungan antar Variabel
a. hubungan searah arah atau hubungan positif
b. hubungan berkebalikan atau hubungan negatif
c. tidak ada hubungan
Pengertian Regresi
Yaitu garis yang menunjukkan hubungan dua macam variabel (Estimating line)
Cara Menggambar Garis Regresi
a. the scatter diagram

b. the least squares method
Persamaan Garis Regresi
Y = a + b X
Y : variabel dependen
a : konstanta
b : koefisien variabel X
X : variabel independen

Nilai a dan b dapat dihitung dengan rumus :
1 dan

2 dan



Peramalan dengan Regresi
Kita dapat melakukan peramalan dengan memasukkan besaran variabel independen pada persamaan garis regresi. Misalnya pengeluaran iklan 13, maka besarnya penjualan = 2,94 + 0,95 (13), yaitu sebesar 15,29.

STANDARD ERROR OF ESTIMATE (Se)

Ketepatan garis regresi dapat dilihat apabila semua sebaran titik mendekati garis regresi. Penyebaran dan penyimpangan titik-titik tersebut dari garis regresi disebut dengan standard error of estimate.



atau




Perhitungan Se untuk kasus iklan dan penjualan adalah sebagai berikut :





penyimpangan standar ini sama dengan deviasi standar, yaitu penyimpangan baku terhadap nilai rata-ratanya.


KOEFISIEN DETERMINASI (r2)

Koefisien determinasi adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat hubungan antar variabel X dan Y. Koefisien ini dapat ditentukan berdasarkan hubungan antara dua macam variasi, yaitu :
1. variasi variabel Y terhadap garis regresi (Y’)
2. variasi variabel Y terhadap rata-ratanya (Y)



Ada 2 Jenis Hubungan antara Variabel X dan Y
a. hubungan sempurna antara variabel X dan Y
b. tidak ada hubungan antara variabel X dan Y

KOEFISIEN KORELASI (r)
Seperti halnya koef. Determinasi, koefisien korelasi juga digunakan sebagai pengukur hubungan dua variabel.

atau

0 < r < 1
Kegunaan Koefisen Korelasi
a. menentukan hubungan dan besarnya hubungan antara 2 variabel
b. dapat digunakan untuk peramalan terhadap variabel lainnya
c. bisa digunakan sebagai penaksiran

PERHITUNGAN KOEFISIEN KORELASI

DATA TIDAK BERKELOMPOK (ungrouped data)
a. Product Moment Method ()
ukuran untuk mengetahui hubungan antar variabel yang didasarkan pada pangkat deviasinya.
Moment X ditulis x
Moment 1 (m1) = (X – X)1 = x
Moment 2 (m2) = (X – X)2 = x2
Dan seterusnya…

Moment Y ditulis y
Moment 1 (m1) = (Y – Y)1 = y
Moment 2 (m2) = (Y – Y)2 = y2
Dan seterusnya…

Product moment adalah hasil perkalian antara moment X dan moment Y yang dirumuskan :


 : product moment y : moment x
x : moment x N : banyaknya kejadian

Selanjutnya koefisien Korelasi dirumuskan sebagai berikut :

b. Karl Pearson Method

KASUS 1
Berikut ini adalah data tentang Iklan (X) dan Penjualan (Y).
Hitunglah product moment nya dan berapa koefisien korelasinya

KASUS 2

Hitunglah koefisien korelasinya dengan rumus Karl Pearson
Soal Latihan Korelasi

1. hitunglah koefisien korelasi dari soal dibawah ini
X Y X^2 XY Y' (Y-Y') (Y-Y')^2
(Y-Y)
(Y-Y)2
5 31 25 155 30 1 1 1 1
11 40 121 440 42 -2 4 10 100
4 30 16 120 28 2 4 0 0
5 34 25 170 30 4 16 4 16
3 25 9 75 26 -1 1 -5 25
2 20 4 40 24 -4 16 -10 100
30 180 200 1000 180 0 42 0 242

KETAHANAN NASIONAL

1. Konsepsi Ketahanan Nasional

Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam..

Aspek Ekonomi
Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Aspek Sosial Budaya
Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya.

Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.

Aspek Politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945.

Aspek Ideologi
Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

2. Mewujudkan Keberhasilan Ketahanan Nasional

Aspek Ekonomi
Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:
• Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan
• Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan monopoli ekonomi
• Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
• Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor.

Aspek Sosial Budaya
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu:
• Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

Aspek Pertahanan dan Keamanan
Mewujudkan kekuatan Hankam
Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu:
• Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
• Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Aspek Ilmu Pengetahuan
Untuk mecapai percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi ( Iptek )
• Dilakukan lewat penguatan empat pilar knowledge based economy ( KBE ), yaitu :
- Sistem pendidikan
- Sisten inovasi
- Infrastruktur masyarakat informasi
- Kerangka kelembagaan, peraturan perundangan, dan ekonomi
• Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan
• Mewujudkan tumbuhnya masyarakat yang berbudaya iptek

Aspek Ideologi
Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerulkan memerlukan langkah pembinaan berikut:
• Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif
• Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia
• Pendidikan moral Pancasila
• Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila

Aspek Politik
Upaya mewujudkan ketahan pada aspek politik:
Politik Dalam Negeri
• Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum
• Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat
• Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat
Politik Luar Negeri
• Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama interansional di berbagai bidang
• Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antarnegara
• Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan
• Perjuangan bangsa Indonesia yangf menyakut kepentingan nasional

ketahanan nasional

1. Konsepsi Ketahanan Nasional
Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam..
 Aspek Ekonomi
Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
 Aspek Sosial Budaya
Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya.
 Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.
 Aspek Politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945.
 Aspek Ideologi
Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

2. Mewujudkan Keberhasilan Ketahanan Nasional
Aspek Ekonomi
Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:
• Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan
• Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan monopoli ekonomi
• Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
• Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor.


Aspek Sosial Budaya
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu:
• Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
Aspek Pertahanan dan Keamanan
Mewujudkan kekuatan Hankam
Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu:
• Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
• Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
Aspek Ilmu Pengetahuan
Untuk mecapai percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi ( Iptek )
• Dilakukan lewat penguatan empat pilar knowledge based economy ( KBE ), yaitu :
- Sistem pendidikan
- Sisten inovasi
- Infrastruktur masyarakat informasi
- Kerangka kelembagaan, peraturan perundangan, dan ekonomi
• Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan
• Mewujudkan tumbuhnya masyarakat yang berbudaya iptek

Aspek Ideologi
Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerulkan memerlukan langkah pembinaan berikut:
• Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif
• Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia
• Pendidikan moral Pancasila
• Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila
Aspek Politik
Upaya mewujudkan ketahan pada aspek politik:
Politik Dalam Negeri
• Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum
• Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat
• Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat
Politik Luar Negeri
• Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama interansional di berbagai bidang
• Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antarnegara
• Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan
• Perjuangan bangsa Indonesia yangf menyakut kepentingan nasional

Sabtu, 25 Desember 2010

Pengertian, Macam dan Jenis Hak Asasi Manusia

Pengertian dan Definisi HAM :

HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.

Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.

Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :

1. Hak asasi pribadi / personal Right
- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
- Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
- Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
- Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing

2. Hak asasi politik / Political Right
- Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
- hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
- Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
- Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

3. Hak azasi hukum / Legal Equality Right
- Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
- Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
- Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum

4. Hak azasi Ekonomi / Property Rigths
- Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
- Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
- Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
- Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
- Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

5. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights
- Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
- Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.

6. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right
- Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
- Hak mendapatkan pengajaran
- Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat

SIKLUS ESTRUS PADA SAPI

Pada sapi pubertas bervariasi menurut bangsa dan tingkat nutrisi.

Sapi Holstein memperlihatkan birahi pertama pada umur rata-rata 37 minggu apabila tingkat nutrisi baik, dan 49 minggu bila nutrisinya sedang, serta 72 minggu bila tingkat nutrisi rendah. Panjang siklus estrus rata-rata 20 hari, dan 21 sampai 22 hari untuk sapi dewasa. Periode estrus pada sapi dapat dinyatakan saat dimana sapi betina siap sedia dinaiki baik oleh betina lain atau pejantan. Periode ini rata-ratanya adalah 18 jam untuk sapi perah ataupun sapi pedaging dan sedikit lebih pendek untuk sapi heifer sekitar 12-24 jam. Ovulasi normal terjadi kira-kira 10-15 jam setelah birahi.



Saat perkawinan. Konsepsi masih dapat terjadi pada sapi yang dikawinkan mulai dari 34 jam sebelum ovulasi sampai menjelang 14 jam menjelang ovulasi. Disarankan bahwa spermatozoa harus hadir sekurangnya 6 jam di dalam uteruys sebelum mampu membuahi sebuah ovum. Perdarahan dari vulva sering terjadi pada heifer dan dewasa, satu sampai tiga hari setelah berakhirnya estrus.



Sapi Bali betina rata-rata mencapai dewasa kelamin pada umur 18 bulan, dengan siklus estrus rata-rata 18 hari. Sedang pada usia muda berkisar antara 20-21 hari dan 16-23 hari pada sapi bali betina dewasa. Lama masa birahi sangat panjang, yaitu sekitar 16-23 jam dengan masa subur 18-27 jam (Pane, 1977 dalam Murtidjo, 1990). Lama keuntungan sapi bali berkisar 280 – 294 hari, sedang prosentase kebuntingan sebesar 86,56 persen. Tingkat kematian pada saat melahirkan tergolong kecil, yaitu berkisar 3,65 persen. Selain itu persentase kelahiran dari jumlah sapi Bali yang dikawinkan mencapai 83,4 persen.

Pada dasarnya tidak banyak jauh berbeda siklus estrus antara sapi eropa dengan sapi lokal indonesia,yang berbeda hanya proses pertumbuhannya yaitu pertambahan berat badan dengan Berat badan sapi janatan dewasa bisa mencapai 1–1,2 ton, dengan tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, yaitu rata-rata pertambahan berat badan per hari dapat mencapai 1 -1,2 Kg/ekor/hari. panjang siklus estrus sekitar 21 hari

BANGSA-BANGSA SAPI POTONG

1.BRAHMAN:sapi ini berasal dari india,namun banyak dikembangkan di Amerika,yang masuk ke Indonesia adalah dari Amerika.Bobot jantan maksimum 800kg dan betina 550kg.


2.LIMOUSINE:merupakan keturunan sapi Eropa yang berkembang diPerancis,sapi ini merajai di pasar-pasar sapiIndonesia dan merupakan sapi primadona untuk penggemukan,harganya mahal karena pertumbuhan badanya bisa mencapai 1,1kg per hari.



3.CHAROLAIS:sapi jenis ini juga di kembangkan di negara Perancis,warna bulu perak dan merupakan jenis paling besar di negara tersebut,sapi ini jarang di jumpai di pasar-pasar tradisional.Pertumbuhan badannya perhari bisa mencapai 1,3kg.



4.HEREFORD:sapi ini juga merupakan sapi keturunan Eropa yang dikembangkan di Inggris,berat jantan rata-rata 900kg dan betina 725kg.



5.SHORTHORN:sapi jenis ini sama dengan hereford dan juga dikembangkan di negara Inggris bobot jantan rata-rata 1100kg dan betina 850kg.



6.SIMMENTAL:sapi ini berasal dari lembah Simme negara Switzerland,tapi banyak dikembangkan di Australia dan SelandiaBaru,bobot jantan rata-rata 1100kg dan betina 800kg,sapi jenis ini banyak kita jumpai di pasar-pasar tradisional.



7.ABERDEN ANGUS:sapi ini masuk di Indonesia melalui Selandia Baru,tapi awal mulanya berasal dari Skotlandia,bobot jantan rata-rata 900kg dan betina 700kg.




8.BRANGUS:sapi ini adalah persilangan betina Brahman dan pejantan Aberden Angus.



9.SANTA GERTRUDIS:sapi ini adalah hasil persilangan antara pejantan Brahman dan betina shorthorn di kembangkan pertama kali di King Ranch Texas Amerika serikat tahun 1943 dan masuk Indonesia mulai tahun 1973,bobot jantan rata-rata 900kg dan betina 725kg.



10.DROUGHMASTER:merupakan persilangan antara betina brahman dan pejantan shorthorn,dikembangkan di Australia dan jarang sekali kita jumpai di Indonesia.

Thermoregulasi

Thermoregulasi
(Sistem Pengaturan Panas)
Berdasarkan kemampuannya untuk mempertahankan suhu tubuh, hewan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
1. Poikiloterm
2. Homeoterm
Keterangan:
Hewan Poikiloterm
Yaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu berubah seiring dengan berubahnya suhu lingkungan.
Hewan Homeoterm
Yaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu konstan/tidak berubah sekalipun suhu lingkungannya sangat berubah.

RINGKASAN
Upaya Perbaikan Iklim Mikro Kandang dan Respons Termoregulasi Kambing Jantan Peranakan Ettawa Melalui Penggunaan Berbagai Bahan Atap Masalah utama dari ternak yang dipelihara di daerah tropis basah, seperti di Indonesia, adalah tingginya radiasi matahari secara langsung sepanjang tahun, khususnya bagi ternak berproduksi tinggi, sehingga ternak dalam kondisi uncomfort karena beban panas yang berlebih. Respons dari masalah ini adalah ternak terpaksa meningkatkan aktivitas termoregulasi guna mengatasi beban panas yang dideritanya. Mekanisme fisiologis mengharuskan alokasi energi untuk kinerja produksi maupun reproduksi dipakai untuk mempertahankan keseimbangan panas tubuh. Dengan demikian, akan berdampak buruk yaitu penurunan produktivitas ternak. Salah satu care untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengendalikan panas yang diterima dan peningkatan panas yang terbuang oleh ternak, yaitu pemberian naungan atau atap dan pemilihan bahan atap yang lebih efektif dalam menciptakan kondisi iklim mikro kandang yang kondusif bagi ternak untuk berproduksi.Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh jenis bahan atap kandang terhadap kondisi iklim mikro kandang dan respons termoregulasi (frekuensi nafas,frekuensi denyut jantung, dan suhu rektal) kambing jantan peranakan ettawa (PE) di lingkungan panas alami. Sebanyak sembilan ekor kambing jantan PE gunakan dalam penelitian. Penelitian menggunakan ncangan acak lengkap (RAL) dengan tiga pelakuan jenis atap kandang, yaitu atap rumbia (PI), seng (P2), dan Genteng (P3), serta tiga ulangan pads masing-masing perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam yang dilanjutkan uji berganda Duncan’s pada taraf 5%. Selain itu uji beda dua rata-rata juga digunakan untuk mengetahui perbedaan respons peubah pada siang dan malam.
Hasil penilitian menunjukkan:(a) jenis atap tidak mempengaruhi suhu udara, kelembaban udara, dan radiasi matahari dalam kandang;(b) kandang beratap rumbia menyebabkan respons suhu rektal lebih

rendah (P<0,05) dibandingkan dengan kambing yang ada di dalam kandang beratap genteng dan seng pada pengamatan siang, malam, dan rataan harian. Kandang beratap genteng menyebabkan suhu rektal ternak kambing lebih rendah (P<0,05) dibandingkan ternak beratap seng pada pengamatan siang dan rataan harian, namun pada pengamatan malam hari tidak berbeda; (c) kandang beratap rumbia menyebabkan respons frekuensi pernafasan lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan ternak beratap seng baik pada pengamatan siang maupun rataan harian, sedangkan dibandingkan dengan ternak beratap genteng tidak berbeda. Pengamatan malam hari ketiga jenis atap menghasilkan frekuensi pernafasan yang tidak berbeda (P>0,05);(d) ketiga jenis atap kandang tidak menyebabkan perbedaan respons frekuensi denyut jantung (P>0,05) balk pada pengamatan slang hail, malam hail, maupun rataan harian;(e) ketiga jenis atap kandang tidak menyebabkan perbedaan respons pertambahan bobot badan harian (P>0,05) pada ternak kambing percobaan .


Termoregulasi adalah
Kemampuan yang dimiliki oleh hewan untuk mempertahankan panas tubuhnya
Hewan dibagi menjadi dua:
1. Hewan Poikiloterm
Yaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu berubah seiring dengan berubahnya suhu lingkungan.
2. Hewan Homeoterm
Yaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu konstan/tidak berubah sekalipun suhu lingkungannya sangat berubah.


SUHU TUBUH
Suhu optimal sesuai keadaan tubuh
Suhu tubuh :
1. Suhu inti konstan
2. Suhu permukaan berubah-ubah

Kehilangan Panas
• Suhu kulit lebih tinggi dari suhu lingkungan panas dibuang dengan cara Radiasi dan Konduksi
• Suhu kulit lebih rendah dari suhu lingkungan panas masuk tubuh dengan cara Radiasi dan konveksi
Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktuasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (Aves), dan mamalia

Mekanisme perubahan panas tubuh
1. Terjadi dengan 4 proses
2. Konduksi adalah perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu benda.
3. Konveksi adalah transfer panas akibat adanya gerakan udara atau cairan melalui permukaan tubuh.
4. Radiasi adalah emisi dari energi elektromagnet. Radiasi dapat mentransfer panas antar obyek yang tidak kontak langsung. Sebagai contoh, radiasi sinar matahari.
5. Evaporasi proses kehilangan panas dari permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas
Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam sarangnya
• Perilaku adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi. Migrasi, relokasi, dan sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk menurunkan atau menaikkan suhu tubuh. Gajah di daerah tropis untuk menurunkan suhu tubuh dengan cara mandi atau mengipaskan daun telinga ke tubuh. Manusia menggunakan pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam termoregulasi


Termoregulasi : LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
Gray literature from JBPTITBPP / 2007-04-27 10:16:04
Oleh : BIOFAGRI A.R (10604111), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007-04-27, dengan 1 file

Keyword : Thermoregulation
Sumber pengambilan dokumen : LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN
PROGRAM STUDI BIOLOGI
SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2006

Termoregulasi adalah suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu internal agar berada di dalam kisaran yang dapat ditolelir (Campbell, 2004). Berdasarkan Tobin (2005), suhu berpengaruh kepada tingkat metabolisme. Suhu yang tinggi akan menyebabkan aktivitas molekul-molekul semakin tinggi karena energi kinetiknya makin besar dan kemungkinan terjadinya tumbukan antara molekul satu dengan molekul lain semakin besar pula (Chang, 1996). Akan tetapi, kenaikan aktivitas metabolisme hanya akan bertambah seiring dengan kenaikan suhu hingga batas tertentu saja. Hal ini disebabkan metabolisme di dalam tubuh diatur oleh enzim (salah satunya) yang memiliki suhu optimum dalam bekerja. Jika suhu lingkungan atau tubuh meningkat atau menurun drastis, enzim-enzim tersebut dapat terdenaturasi dan kehilangan fungsinya


Termoregulasi pada Hewan
Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktuasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (Aves), dan mamalia. Pengaruh suhu pada lingkungan, hewan dibagi menjadi dua golongan, yaitu poikiloterm dan homoiterm. Poikiloterm suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan suhu tubuh luar. Hewan seperti ini juga disebut hewan berdarah dingin. Dan hewan homoiterm sering disebut hewan berdarah panas
Pada hewan homoiterm suhunya lebih stabil, hal ini dikarenakan adanya reseptor dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm dapat melakukan aktifitas pada suhu lingkungan yang berbeda akibat dari kemampuan mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm mempunyai variasi temperatur normal yang dipengaruhi oleh faktor umur, faktor kelamin, faktor lingkungan, faktor panjang waktu siang dan malam, faktor makanan yang dikonsumsi dan faktor jenuh pencernaan air
Hewan berdarah panas adalah hewan yang dapat menjaga suhu tubuhnya, pada suhu-suhu tertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya. Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang menyejukkan badan. Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. Contoh hewan berdarah panas adalah bangsa burung dan mamalia, hewan yang berdarah dingin adalah hewan yang suhu tubuhnya kira-kira sama dengan suhu lingkungan sekitarnya
Suhu tubuh tergantung pada neraca keseimbangan antara panas yang diproduksi atau diabsorbsi dengan panas yang hilang. Panas yang hilang dapat berlangsung secara radiasi, konveksi, konduksi dan evaporasi. Radiasi adalah transfer energi secara elektromagnetik, tidak memerlukan medium untuk merambat dengan kecepatan cahaya. Konduksi merupakan transfer panas secara langsung antara dua materi padat yang berhubungan lansung tanpa ada transfer panas molekul. Panas menjalar dari yang suhunya tinggi kebagian yang memiliki suhu yang lebih rendah. Konveksi adalah suatu perambatan panas melalui aliran cairan atau gas. Besarnya konveksi tergantung pada luas kontak dan perbedaan suhu. Evaporasi merupakan konveksi dari zat cair menjadi uap air, besarnya laju konveksi kehilangan panas karena evaporasi . Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam sarangnya.
Beberapa adaptasi hewan untuk mengurangi kehilangan panas, misalnya adanya bulu dan rambut pada burung dan mamalia, otot, dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Perilaku adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi. Migrasi, relokasi, dan sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk menurunkan atau menaikkan suhu tubuh. Gajah di daerah tropis untuk menurunkan suhu tubuh dengan cara mandi atau mengipaskan daun telinga ke tubuh. Manusia menggunakan pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam termoregulasi.
Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Adaptasi
1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yang runcing dan tajam untuk makan daging. Sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan mengunyah makanan.
2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh adapatasi fisiologis adalah seperti pada binatang / hewan onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.
3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri.
Termoregulasi pada Manusia
Termoregulasi manusia berpusat pada hypothalamus anterior terdapat tiga komponen pengatur atau penyusun sistem pengaturan panas, yaitu termoreseptor, hypothalamus, dan saraf eferen serta termoregulasi dapat menjaga suhu tubuhnya, pada suhu-suhu tertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya
Mekanisme pengaturan suhu tubuh merupakan penggabungan fungsi dari organ-organ tubuh yang saling berhubungan. didalam pengaturan suhu tubuh mamalia terdapat dua jenis sensor pengatur suhu, yautu sensor panas dan sensor dingin yang berbeda tempat pada jaringan sekeliling (penerima di luar) dan jaringan inti (penerima di dalam) dari tubuh.Dari kedua jenis sensor ini, isyarat yang diterima langsung dikirimkan ke sistem saraf pusat dan kemudian dikirim ke syaraf motorik yang mengatur pengeluaran panas dan produksi panas untuk dilanjutkan ke jantung, paru-paru dan seluruh tubuh. Setelah itu terjadi umpan balik, dimana isyarat, diterima kembali oleh sensor panas dan sensor dingin melalui peredaran darah .
Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang menyejukkan badan. Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Mausia menggunakan baju merupakan salah satu perilaku unik dalam termoregulasi

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAH LAKU TERNAK

Faktor lingkungan abiotik adalah faktor yang paling berperan dalam menyebabkan stres fisiologis (Yousef, 1984). Komponen lingkungan abiotik utama yang pengaruhnya nyata terhadap ternak adalah temperatur, kelembaban.
Ternak akan selalu beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya. Adaptasi lingkungan ini tergantung pada ciri fungsional, struktural atau behavioral yang mendukung daya tahan hidup ternak maupun proses reproduksinya pada suatu lingkungan. Apabila terjadi perubahan maka ternak akan mengalami stres
Stres adalah respon fisiologi, biokimia dan tingkah laku ternak terhadap variasi faktor fisik, kimia dan biologis lingkungan Dengan kata lain, stres terjadi apabila terjadi perubahan lingkungan yang ekstrim, seperti peningkatan temperatur lingkungan atau ketika toleransi ternak terhadap lingkungan menjadi rendah
Stres panas terjadi apabila temperatur lingkungan berubah menjadi lebih tinggi di atas ZTN (upper critical temperature).Faktor lingkungan abiotik adalah faktor yang paling berperan dalam menyebabkan stres fisiologis (Yousef, 1984). Komponen lingkungan abiotik utama yang pengaruhnya nyata terhadap ternak adalah temperatur, kelembaban.
Ternak akan selalu beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya. Adaptasi lingkungan ini tergantung pada ciri fungsional, struktural atau behavioral yang mendukung daya tahan hidup ternak maupun proses reproduksinya pada suatu lingkungan. Apabila terjadi perubahan maka ternak akan mengalami stres
Stres adalah respon fisiologi, biokimia dan tingkah laku ternak terhadap variasi faktor fisik, kimia dan biologis lingkungan Dengan kata lain, stres terjadi apabila terjadi perubahan lingkungan yang ekstrim, seperti peningkatan temperatur lingkungan atau ketika toleransi ternak terhadap lingkungan menjadi rendah
Stres panas terjadi apabila temperatur lingkungan berubah menjadi lebih tinggi di atas ZTN (upper critical temperature). Pada kondisi ini, toleransi ternak terhadap lingkungan menjadi rendah atau menurun, sehingga ternak mengalami cekaman Stres panas ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan, reproduksi dan laktasi sapi perah termasuk di dalamnya pengaruh terhadap hormonal, produksi susu dan komposisi susu.
Sapi adalah salah satu ternak ruminansia yang populasinya tersebar luas diseluruh dunia, terutama pada daerah yang produksi pertaniannya memungkinkan. Penyebaran ternak ini lebih merata dibanding domba dan kambing. Namun demikian, ternak sapi jarang ditemukan pada lingkungan yang ekstrim tidak bersahabat.
Secara fisiologis, sapi perah memiliki sifat yang sama saja dengan sapi potong. Sifat yang dimaksud adalah lama kebuntingan, siklus birahi, prinsip-prinsip reproduksi, fungsi serta bagian saluran cerna serta kebutuhan dan pemanfaatan nutrien. Pola pemeliharaannya juga sangat bervariasi, mulai dari peternakan sangat kecil ditingkat petani peternak yang memelihara beberapa induk, sampai peternakan besar dengan beberapa ratus induk..
Adanya variasi dalam usaha peternakan sapi perah dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya sistem pemberian makanan, sistem perkandangan dan lingkungan. Lingkungan adalah sesuatu yang sangat luas, mengacu pada semua faktor selain genetik, yang mempengaruhi produktivitas dan kesehatan seekor ternak.
Pengaruh lingkungan terhadap ternak dapat secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh lingkungan secara langsung adalah terhadap tingkat produksi melalui metabolisme basal, konsumsi makanan, gerak laju makanan, kebutuhan pemeliharaan, reproduksi pertumbuhan dan produksi susu. Sedangkan pengaruh tidak langsung berhubungan dengan kualitas dan ketersediaan makanan.
Faktor lingkungan adalah faktor yang memberikan pengaruh cukup besar terhadap tingkat produksi. Di antara sekian banyak komponen faktor lingkungan , yang paling nyata pengaruhnya terhadap sapi perah, terutama pada masa laktasi (produksi susu) adalah temperatur, yang selalu berkaitan erat dengan kelembaban.Supaya dapat berproduksi baik, sapi perah harus dipelihara pada kondisi lingkungan yang nyaman (comfort zone), dengan batas maximum dan minimum temperatur dan kelembaban lingkungan berada pada thermo neutral zone. Di luar kondisi ini sapi perah akan mengalami stres. Stres yang banyak terjadi adalah stres panas. Hal ini disebabkan THI berada di atas THI normal.
Produktivitas ternak merupakan fungsi dari faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor yang menentukan kemampuan produksi, sedangkan faktor lingkungan merupakan faktor pendukung agar ternak mampu berproduksi sesuai dengan kemampuannya.
Faktor lingkungan yang dimaksud antara lain pakan, pengelolaan, dan perkandangan, pemberantasan dan pencegahan penyakit serta, faktor iklim baik iklim mikro maupun iklim makro. Sehingga dalam hal ini lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh cukup besar terhadap penampilan produksi seekor ternak. Hal ini telah dibuktikan bahwa keunggulan genetik suatu bangsa ternak tidak akan ditampilkan optimal apabila faktor lingkungannya tidak sesuai. Seperti telah disebutkan bahwa salah satu faktor lingkungan yang merupakan kendala utama tidak dapat terekspresinya secara optimal potensi produksi ternak adalah iklim mikro dan iklim makro.
Iklim makro maupun iklim mikro dapat berpengaruh langsung terhadap penampilan produktivitas ternak (Payne, 1990). Pengaruh tidak langsung adalah ketersediaan hijauan pakan ternak yang cepat tua dan menyebabkan tingginya serat kasar, sedangkan penganah langsungnya adalah terjadinya stress panas atau dingin, sehingga ternak menderita stress atau ternak merasa tidak nyaman yang berakibat terhadap penurunan produksi dan reproduksi ternak. Untuk itulah perlu diketahui pengaruh ikiim terhadap kondisi fisiologis ternak, sehingga dapat diupayakan pengendalian iklim, khususnya iklim mikro agar penampilan produktivitas ternak dapat ditingkatkan.
Iklim mikro adalah merupakan interaksi berbagai faktor iklim di suatu lokasi yang spesifik atau keadaan iklim di sekitar ternak dimana ternak berada. Dijelaskan lebih lanjut bahwa ada empat faktor iklim utama yang merupakan interaksi tersebut yaitu suhu udara, kelembaban, radiasi matahari dan kecepatan angin.
Negara Indonesia terletak di wilayah dengan iklim tropis basah yang dicirikan dengan suhu udara dan kelembaban yang tinggi yaitu suhu minimum 22°C dan suhu maksimum 32°C dengan kelembaban relatif lebih besar dari 70% (Biro Pusat Statistik, 1992). Suhu dan kelembaban udara yang tinggi tersebut menyebabkan ternak akan terkena stress panas.
Untuk membahas hal tersebut diatas lebih lanjut, maka bahan kuliah ini disusun terdiri dari empat bagian utama yaitu: (1). dasar-dasar fisiologi dan tingkah laku ternak yang berhubungan dengan proses pengaturan panas tubuh (thermoregulation) dan keseimbangan energi, (2). respon fisiologis akibat adanya stress panas dan, (3). adaptasi fisiologis dari ternak, khususnya sapi perah, terhadap perubahan faktor lingkungan serta (4). beberapa cara manipulasi lingkungan mikro.

EFISIENSI REPRODUKSI SAPI PERAH

Ukuran efisiensi reproduksi dalam usaha peternakan sapi perah sangatlah penting, karena untuk mendapatkan produksi susu dan keuntungan yang optimal sangat bergantung kepada pengaturan reproduksi sapiperah tersebut.

Ada beberapa ukuran efisensi reproduksi untuk sapi perahberdasarkan performans reproduksi selama satu periode laktasi yaitu :

• Periode kosong (days open) yaitu periode atauselang waktu sejak sapi beranak sampai dikawinkan kembali dan terjadikebuntingan. Apabila kawin pertama setelah beranak terjadi kebuntingan, makaperiode kosong sama dengan selang waktu kawin pertama setelah beranak (firstservice postpartus).

• Kawin pertama setelah beranak (first servicepostpartus) yaitu selang waktu sejak sapi beranak sampai dikawinkankembali. Kawin pertama setelah beranak yang baik berkisar 45-60hari (pada berahi kedua atau berahi ketiga).

• Periode kawin (service period) yaitu selangwaktu sejak sapi kawin pertama setelah beranak sampai kawin terakhir terjadikebuntingan. Lamanya periode kawin dipengaruhi oleh jumlah kawin pada setiapkebuntingan (service per conseption).

• Jumlah kawin pada setiap kebuntingan (service perconseption) yaitu berapa kali sapi dikawinkan sampai terjadikebuntingan. S/C yang ideal berkisar 1-3 kali.

• Jarak beranak (calving interval) yaitu selangwaktu antara beranak sampai beranak berikutnya. Jarak beranak yang idealberkisar 12-14 bulan.

• Indeks beranak (calving index) yaituperbandingan antara annual calving dengan calving interval yangdidapat dari seekor sapi perah. Annual calving yang ideal di Indonesia 12bulan (365 hari).

Performans reproduksi lainnya yang harus mendapatperhatian adalah :
• Siklus berahi (heat period) yaitu selang waktudari berahi sampai berahi berikutnya. Siklus berahi pada sapi dewasa berkisar 18-24hari atau rata-rata 21 hari, sedangkan pada sapi dara biasanya lebihpendek yaitu 15-17 hari.
• Lama berahi (heat of duration) yaitu selangwaktu sejak sapi mulai berahi sampai sapi normal kembali. Lamanya berahi padasapi perah berkisar 6-36 jam atau rata-rata 18 jam. Padasapi dara lebih cepat yaitu rata-rata 15 jam. Awal berahi danlamanya berahi sangat penting untuk menentukan waktu perkawinan yang tepat.
• Lama bunting (gestation period) yaitu selangwaktu sejak sapi dikawinkan dan terjadi kebuntingan sampai beranak. Lamabunting pada sapi perah 283±5 hari atau sembilan bulan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi reproduksiantara lain :

• Pakan; Telah dijelaskan bahwa ransum yang diberikankepada sapi perah harus benar-benar diperhatikan dan dihitung sesuai kondisidan kebutuhan ternak tersebut. Nutrisi yang terkandung di dalam ransum harusdalam keadaan seimbang dan sesuai dengan kebutuhan. Apabila ada kekurangansalah satu nutrisi, maka keseimbangan nutrisi di dalam ransum turun, sehinggamengakibatkan mundurnya fungsi organ-organ reproduksi dan fungsikelenjar-kelenjar yang memproduksi hormon.

• Suhu udara dan musim; suhu udara sangat berpengaruhterhadap sifat reproduksi misalnya pada sapi yang dikandangkan dengan suhuudara 24-35 0C, lama berahi kurang lebih 11 jam,sedangkan pada suhu udara 17-18 0C lama berahi rata-rata 20jam. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa sapi perah yang mempunyai siklusberahi kurang dari 18 hari sebanyak 5%, 18-24 hari sebanyak 85%dan yang lebih dari 24 hari sebanyak 10%.

• Manajemen; Secara keseluruhan manajemen atautatalaksana sangat berpengaruh, karena sapi perah sangat sensitif terhadapperubahan-perubahan manajemen terutama yang berhubungan langsung denganternaknya. Dalam tatalaksana reproduksi yang penting adalah adanya catatan yangmenginformasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan reproduksi. Catatan iniharus lengkap dan jelas.

• Penyakit; Apabila ternak terserang penyakit, makabiaya yang dikeluarkan cukup besar. Oleh karena itu sebaiknya dilakukanpencegahan baik melalui seleksi maupun vaksinasi secara rutin.

year enD,

smg mua yg tlah q lakuin di taun niuy brmnfat,
bs ngmbil pljrn unt lbih baek di taun dpan....

:)

^_^

Jumat, 24 Desember 2010

MAKALAH UJI HIPOTESIS

PENDAHULUAN

Uji hipotesa adalah prosedur yang memungkinkan untuk menentukan apakah menerima atau menolak hipotesa. Apabila kita menolak sebuah hipotesa, padahal seharusnya kita menerima hipotesa tersebut,maka dikatakan telah terjadi kesalahan jenis I (��) dan jika menerima sebuah hipotesa padahal seharusnya ditolak, dikatakan bahwa telah terjadi kesalahan jenis II (��).
Dengan mempelajari uji hipotesis mahasiswa diharapkan bisa melakukan atau mengambil keputusan yang tepat. Karena pada dasarnya uji hipotesis merupakan suatu proposisi atau anggapan yang mungkin benar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan ini didasari dengan hasil uji terlebih dahulu mengunakan data hasil observasi.
Ada pun manfaat dari uji hipotesis yaitu untuk membantu pengambil keputusan dalam mengambil keputusan sehingga menghasilkan ketelitian dan ketepatan dalam keputusanya.



















PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hipotesis
Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proporsi atau anggapan yang mungkin benar, dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahan persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut ( Supranto, 1988 ). Istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata huIpo dan thesis. Hupo artinya sementara, atau kurang kebenarannya atau masih lemah kebenarannya. Sedangkan thesis artinya pernyataan atau teori. Karena hipotesis adalah pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya, sehingga istilah hipotesis ialah pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Untuk menguji kebenaran sebuah hipotesis digunakan pengujian yang disebut pengujian hipotesis dan pengetesan hipotesis ( testing hypotesis ) ( Usman, 2008 ).
Hipotesis yang akan diuji diberi simbol H_O ( Hipotesis nol ) dan diserti dengan H_a (Hipotesis alternatif). H_a akan secara otomatis diterima, kalau H_O ditolak. Caranya merumuskan H_O dan H_a tergantung pada jenis parameter yang akan diuji dan jenis data ( informasi yang dimiliki oleh peneliti atau menurut rencananya akan diperoleh ) ( Supranto, 1988 ). Kesalahan menolak H_O benar sedemikian itu dinamakan kesalahan jenis I ( Type I error ) atau kesalahan �� ( �� error ) dengan probabilitas sebesar �� yaitu taraf nyata pengujiannya.


Hipotesis
Keputusan Jika H_O benar Jika H_O palsu H_1 ( benar )
Terima H_O Keputusan yang betul. Probalita = 1- �� = “tingkat keyakinan” Kesalahan jenis II. Probabilita = β
Tolak H_O Kesalahan jenis I. Probabilita = �� = “ taraf-nyata” Keputusan yang betul.
Probabilita = 1 – β =
“ kuasa” pengujian

( Dajan, 1991 )



2.2 Prosedur dasar tentang pengujian hipotesis
Pada umumnya, statistik menggunakan statistik uji (test statistic) z sebagai dasar pengambilan keputusan dalam prosedur pengujian hipotesis yang menggunakan jumlah sampel besar ( Sudjana, 1997 ). Penggunaan statistik uji z sedemikian itu tergantung pada ciri hipotesisnya dan asumsi-asumsi tentang populasinya dan dapat diberikan secara umum sebagai

z=(st-parameter hipotesis)/σ_st


Dimana
z = ststistik uji yang nilainya ditentukan oleh ciri pengijian ( dua arah atau
Searah ) dan �� serta memiliki distribusi normal.
st = ststistik statistik sampel
σ_st = deviasi standar statistik sampel
Parameter hipotesis = nilai hipotesis parameternya ( Dajan, 1991 ).
Sebaliknya, jika sampel yang digunakan kecil katakanlah < 30, maka dasar keputusan dalam prosedur pengujian hipotesis akan menggunakn statistik uji t (Hasan, 2003 ). t=(st-parameter hipotesis)/σ_st Dimana t = statistik uji yang nilainya ditentukan oleh ciri pengujian dan �� serta memiliki distribusi t st = ststistik statistik sampel σ_st= deviasi standar statistik sampel Parameter hipotesis = nilai hipotesis parameternya ( Dajan, 1991 ). 2.3 Uji-Z (Pengujian Untuk Sampel Besar) 2.3.1 Pengujian Parameter Rata-rata, H_O : μ = μ_0 dimana σ^2 Tidak Diketahui Untuk menghitung fungsi kekuatan di dalam menguji H_(O,) perhatikan uraian berikut: H_O : μ = μ0 H0 : μ > μ0 ( Supranto, 1989)
Rumus : Z = (/X-μo)/(Sd/√n)
Dimana : /X = rata-rata data yang ada
sd =simpangan baku
n = jumlah data sampel
μ = rata-rata sekarang (Usman, 2008)

Contoh soal:
Secara teknis, populasiyang terdiri dari seluruh pelat baja yang dihasilkan oleh sebuah perusahan industry besi baja memiliki rata-rata panjang 80 cm dengan devisiasi standar sebesar 7 cm. Sesudah berselang 3 tahun, teknisi perusahaan meragukan hipotesis tentang rata-rata panjang pelat baja diatas. Guna meyakinkan keabsahan hipotesis diatas, sebuah sampel random sebesar 100 unit pelat baja dipilih dari populasi diatas dan hasil pengukuran panjang rata-ratanya ternyata sebesar 80 cm. Teknisi masih percaya bahwa deviasi standarnya tetap tidak berubah. Apakah ada alas an guna meragukan bahwa rata-rata panjang pelat baja yang dihasilkan pabrik tersebut tidak sama dengan 80 cm.
Jawab :
1. H0 : µ = 80 ; H1 : µ ≠ 80
2. α = 0,05
3. Z = (X ̅- µ_0)/(sd⁄√n)
4. Statistik uji diatas merupakan distribusi normal dengan µ = 0 dan σ = 1

5. Daerah kritis dengan taraf-nyata α = 0,05 dalam pengujian duaarah ialah
Z > 1,96 dan Z < - 1, 96. 6. Z = (83-80)/(7⁄√100) = 4,2857 7. Karena z > 1,96, maka kita beranggapan bahwa beda antar hasil sampel sebasar 83 dengan rata-rata hipotesis µ_x = 80 adalah nyata atau terlalu besar untuk dapat dikatakan diasebabkan oleh factor kebetulan. Alhasil, hipotesis µ_x = 80 harus ditolak. Dengan sendirinya penolakan sedemikian itu akan membawa resiko kesalahan menolak H0 yang benar sebesar 5 persen dari keseluruhan waktu.
Daerah kritis pengujian untuk populasi tak terbatas
(/x-μο)/(Sd/√n) + Z1/2 α dan (/x- μ0)/(sd/√n) < - Z1/2 α ( Dajan, 1991 ) 2.3.2 Pengujian H_O : μ = μ_0 dimana σ_p^2 Diketahui dan σ_1^2 = σ_2^2 Statistik uji Z = ((X ̅_1 - X ̅_2 )- (μ_1- μ_(2 )))/(〖σ(〗_((X_1 ) ̅- (X_(2 ) ) ̅ ))) Dimana : σ_(((x_1 ) ̅-(x_(2 ) ) ̅)) =σ_p √((1 )/n_1 +1/n_2 ) (Usman, 2008) Contoh soal: Dua orang teknisi perusahaan kayu telah melakukan observasi secara tersendiri mengenai hasil rata-rata per jam dari penggunaan suatu mesin gergaji kayu. Teknisi A melakukan 12 observasi dan memperoleh hasil rata-rata sebesar 120 lembar kayu sedangkan teknisi B melakukan 8 observasi dan memperoleh hasil rata-rata 115 lembar kay. Pengalaman yang sudah bertahun-tahun lamanya meyakinkan kedua teknisi di atas bahwa varians populasi kurang lebih sama dan sebesar 40 lembar. Apakah kedua teknisi tersebut yakin bahwa beda antara kedua hasil rata-rata di atas betul-betul nyata dan bukan disebabkan oleh faktor kebetulan ?secara prosedural, cara pengujiannya dapat dilakukan langkah demi langkah sebagai berikut, 1 ) H_o : μ_1 = μ_2 dan H_1 : μ_1 ≠ μ_2 2 ) �� = 0, 05 3 ) z = ((X ̅_1 - X ̅_2 )- (μ_1- μ_(2 )))/(〖σ(〗_((X_1 ) ̅- (X_(2 ) ) ̅ ))) 4 ) Daerah kritis dengan taraf nyata �� = 0, 05 secara dua arah ialah Z > z_(α⁄2) dan -Z > z_(α⁄2)
Atau z > 1, 96 dan z < - 1,96 5 ) z = (( 120-115 ))/(( 6,325 ) √(1/12+1/8)) = 5/(2,8842) ⋍ 1,73358 Karena 1, 733 < 1, 96 , maka tidak ada alasan guna menolak hipotesis diatas. Beda rata - rata di atas hanya disebabkan oleh faktor kebetulan dan tidak nyata. Dengan lain perkataan, μ_1 = μ_2. 2.4 Uji-t: Pengujian Untuk Sampel Kecil (n<30) 2.4.1 Pengujian H_O : μ = μ_0 dimana σ^2 Tidak Diketahui uji – t = (/X-μ_0)/(s/√n) Statistik uji – t memiliki distribusi t dengan derajat bebas ( n – 1 ). Daerah kritis pengujian untuk populasi tak terbatas : (/X-μ_0)/(s/√n) > + t ( ½ �� : n-1 ) dan (/X-μ_0)/(s/√n)< -t ( 1/2 α:n-1 ) (Usman, 2008) Contoh soal: Secara hipotesis, sebuah mesin dapat menghasilkan 5 buah ban per jam. Sebuah perusahaan ban ingin membuktikan keabsahan hipotesis diatas. Perusahan mengadakan obsrvasi secara empiris dengan menggunakan 26 buah mesin dan diketahui x ̅ = 6, Sd = 22. Maka adakah alasan bagi perusahaan guna mempercayai hipotesis diatas? Jawab : n = 26, x ̅ = 6, Sd = 22 dan µ0 = 5, maka : H0 : µ0 ≤ 5, H1 : µ0 > 5
α = 0,05
t = (x ̅-μ_0)/(Sd/√n)
Daerah kritis dengan taraf-nyata sebesar α = 0,05 secara searah ialah
t > t(0,05; 25) atau t > 1,708
t = (6-5)/(22/√26)=0,231
karena 0,231 < 1,708, maka tidak ada alas an bagi kita guna menolak H0 : µ0 ≤ 5 diatas. 2.4.2 Pengujian H_O : μ_1 = μ_2 atau μ_1 - μ_2 =0,Jika σ_2 Tidak Diketahui dan σ_1^2 ≠ σ_2^2 Statistik t dirumuskan sebagai berikut : t=((X ̅_1 - X ̅_2 )- (μ_1- μ_(2 )))/((((S_1^2)⁄n_1 )2^ )/(n_1+1)+ (((S_2^2)⁄n_2 )2^ )/(n_2+ 2))- 2 atau t1/2 α dihitung sacara langsung dengan rumus : t^'=(w_1 t_1+w_2 t_2)/(w_1+w_2 ) Dimana : w_1=(s_1^2)⁄n_1 t_1=t(1/2 α;n_1-1) w_2=(w_2^2)⁄n_2 t_2=t(1/2 α;n_2-1) Sehingga kriteria test untuk uji 2 arah: -(w_1 t_1+w_2 t_2)/w_(1+w_2 ) < t < (w_1 t_1+w_2 t_2)/w_(1+w_2 ) Contoh soal: Seorang importer telah mengimpor sejumlah lampu pijar yang mereknya berbeda, yaitu lampu pijar merk “ Everlight “ dan “ Everbright “. Importir tersebut ingin mengetahui ada atau tidak perbedaan nyata antara usia rata-rata kedua merk lampu pijar diatas. Secara random, dipilih 50 buah lampu pijar merk “ Everlight “ dan 50 buah lampu merk “ Everbright “. Setelah diadakan pengamatan secara seksama, ternyata usia rata-rata lampu pijar “ Everlight “ ialah sebesar 1.282 jam sedangkan usia rata-rata lampu pijar “ Everbright “ ialah sebesar 1.208 jam. Yakinkah importir diatas bahwa usia rata-rata kedua merk diatas nyata berbeda? Andaikan µ1 merupakan usia rata-rata hipotesis lampu “ Everlight ‘ sedangkan µ2 merupakan usia rata-rata hipotesis lampu “ everbright “, maka hipotesis nolnya ialah H0 : µ1 = µ2 dan hipotesis alternatifnya menjadi H1 : µ1 ≠ µ2. Jadi, prosedur pengujian secara berturut-turut adalah sebagai berikut, H0 : µ1 = µ2 atau µ1 - µ2 H1 : µ1 ≠ µ2 α = 0,05 t = (((x_1 ) ̅-(x_2 ) ̅ )-(μ_1-μ_2 ))/√((S_1^2)/n_1 +(S_2^2)/n_2 ) Jika populasi memiliki distribusi normal, maka distribusi pemilihan sampel t juga akan normal atau jika n1 dan n2 besar, maka distribusi pemilihan sampel t akan menyerupai distribusi normal dengan luas yang dapat dihitung melalui tabel luas kurva normal. Daerah kritis dengan taraf-nyata α sebesar 0,05 secara dua arah ialah t > t1/2 α dan t < -t1/2 α atau t > 1,96 dan t < - 1,96 t =((1282-1208)- 0)/√(〖80〗^2/50+ 〖94〗^2/50) Karena 4,23 > 1,96 maka beda antara dua sampel dengan nilai hipotesisnya tidak dapat dikatakan disebabkan oleh faktor kebetulan dan tidak harus menolak H0 : µ1 = µ2. Dengan perkataan lain, beda antara usia rata-rata lampu merk “ Everlight “ dengan lampu merk “ Everbright “ adalah nyata pada taraf 0,05 secara dua arah.

MAKALAH SEBARAN SAMPLING

PENDAHULUAN
Sampling adalah metode-metode yang benar dalam setiap langkah termasuk cara-cara pengambilan sampel guna pengambilan keputusan yang dapat dipertanggung- jawabkan. Teori Sampling merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana menarik sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Tujuan Teori Sampling yaitu sangat berguna dalam melakukan analisis statistik, dan menduga parameter populasi seperti  dan  berdasarkan statistik sampel dan Sd. Teori Sampling juga berguna untuk menentukan apakah perbedaan-perbedaan yang teramati di antara dua sampel disebabkan oleh variasi yang terjadi secara kebetulan atau apakah perbedaan-perbedaan tersebut memang benar-benar signifikan.
Manfaat sampling yaitu biaya dan faktor ekonomis, ketelitian dalam penelitian, menghemat waktu, dan percobaannya bersifat tidak merusak serta dapat menghitung populasi yang tidak terhingga.

PEMBAHASAN

2.1 Teori sebaran sampling


Teori Sampling merupakan studi yang mempelajari hubungan antara suatu populasi dengan sampel-sampel yang diambil dari populasi tersebut. Teori Sampling ini akan sangat berguna dalam melakukan analisis statistik. Sebagai contoh, kita dapat mengestimasi besaran-besaran populasi yang tidak diketahui (misalnya mean dan varians dari populasi) yang sering kali disebut dengan istilah parameter-parameter populasi atau singkatnya parameter dengan berdasarkan pada pengetahuan kita tentang besaran-besaran sampel (misalnya means dan varian dari sampel) yag diambil dari populasi tersebut, yang sering disebut sebagai statistik sampel atau singkatnya statistik (Spiegel, 2004). Teori pengambilan sampel timbul oleh karena usaha memperoleh keterangan mengenai suatu populasi dengan mengamati hanya sebagian kecil saja dari populasi, dan untuk memperbesar probabilitas bahwa sampel itu menjadi gambaran yang baik dari populasi, haruslah kita menarik sampel itu secara random atau acak (Pasaribu, 1983).
Sampling di mana masing-masing anggota populasi dapat dipilih lebih dari satu kali disebut sebagai sampling dengan pengembalian, sementara jika masing-masing anggotanya tidak dapat dipilih lebih dari satu kali disebut sebagai sampling tanpa pengembalian (Spiegel, 2004). Pengembalian sampel dengan pengembalian kembali (with replacement), artinya elemen yang telah terambil untuk menjadi anggota sampel harus dikembalikan lagi sebelum pengembalian elemen berikutnya.

L = Nn

Pengambilan sampel tanpa pengembalian kembali ( without replacement), artinya elemen yang terambil untuk menjadi anggota sampel tidak dikembalikan lagi, sebelum pengambilan elemen berikutnya.

L = NCn =


Keterangan :L= banyaknya sampel
N= ukuran populasi
n= ukuran sampel (Pasaribu, 1983)

Contoh sampling dengan pengembalian:
Pada populasi berukuran N=5 dengan anggota-anggota : A, U, L, I, A diambil sampel berukuran n=2.
Maka banyaknya sampel adalah :
Nn = 52 = 25.
Dengan sampel sebagai berikut:
AA UA LU IL AI
AU UL LI IA UU
AL UI LA AA II
AI UA IA AU LL
AA LA IU AL AA

Contoh sampling tanpa pengembalian:
Pada populasi berukuran N=5 dengan anggota-anggota: A, U, L, I, O diambil sampel berukuran n=2.
Maka banyaknya samel adalah:
C(5,2) = = = 10
Dengan sampel sebagai berikut:
AU UL
AL UI
AI UO
AO LI
LO IO



2.2 Sebaran sampling rata-rata


Sebaran sampling rata-rata adalah distribusi dari sebaran rata-rata yang muncul dari sampel-sampel (Hasan, 2003). Sebaran sampling rata-rata juga bisa diartikan sebagai sebaran sampel dari suatu populasi yang didapat dengan menghitung statistik rata-rata untuk sejumlah besar sampel yang diambil dari populasi yang sama (Usman, 2006).

2.2.1 Sebaran sampling rata-rata tanpa pengembalian


Setiap unsur yang tidak dapat lebih dari satu kali terpilih disebut penarikan sampel tanpa pengembalian (sampling without replacement) (Spiegel, 1992). Sebaran sampling tanpa pengembalian yaitu tiap individu yang diambil dalam sampel tidak dikembalikan lagi ke dalam populasi sebelum individu berikutnya diambil, maka distribusi sampling harga mean mempunyai sifat :

=

sedangkan simpangan bakunya adalah dimana :

=  untuk rasio > 5%

=  untuk rasio 

Tetapi apabila N banyaknya tak terhingga atau N besar sekali relatif terhadap n, maka selalu dianggap bahwa sifat = dan = berlaku (Djarwanto dan Subagyo, 1998).

Contoh:

Populasi berukuran N = 5 yang datanya: 98, 95, 94, 92, 90. Jika dihitung, populasi ini memiliki rata-rata  = 93,8 dan simpangan baku  = 0,76 diambil sampel berukuran n=2 tanpa pengembalian.
Maka semuanya ada 5C2 = 10
Jadi  =  = 93,8

Simpangan bakunya adalah:
 = 0,64

Perhitungan dengan rumus di atas:

Ratio n/N = 2/5 = 40%   5% maka:

= = = 0,64


2.2.2 Sebaran sampling rata-rata dengan pengembalian


Sebaran sampling dengan pengembalian (with replacement) yaitu tiap individu satu demi satu yang diambil dalam sampel sesudah diamati selalu dikembalikan lagi dalam populasinya sebelum individu berikutnya diambil (Djarwanto dan Subagyo, 1998). Untuk sampel dengan pengembalian atau  :

=

=  untuk rasio berapapun (Hasan, 2003).



Contoh:

Populasi yang berukuran N=5 yang datanya: 98, 97, 96, 98, 99. Jika dihitung, populasi ini memiliki rata-rata  = 97,6 dan simpangan bakunya  = 0,78. Diambil sampel berukuran n=2 dengan pengembalian.
Maka semuanya ada Nn = 52 = 25 sampel.
Rata-rata dari semua sampel:
 =  = 97,6
Simpangan baku dari semua sampel:
 = = = 0,55.


2.2.3 Dalil limit pusat


Pada umumnya, Dalil Limit Pusat (Central Limit Theory) mengatakan bahwa untuk suatu sampel dengan n tak terbatas berasal dari distribusi apapun (binomial, poisson, eksponen, dan lain sebagainya) (Usman, 2006).
Teorema Limit Pusat menyatakan bahwa meskipun sebaran populasinya sangat tidak normal, sebaran sampling rata-ratanya kira-kira akan normal untuk sampel berukuran besar (n ). Rata-rata dari sebaran sampling rata-rata adalah penduga rata-rata populasi yang tidak bias.

=

Demikian juga untuk simpangan baku sebaran sampling rata-ratanya adalah:

= (Supranto, 1989)


Contoh:

Jika rata-rata populasi dari banyaknya penduduk Sidoarjo yang menjadi korban lumpur lapindo adalah 6,4 dan simpangan baku populasinya adalah 3,6. Berapakah rata-rata populasi dan simpangan baku untuk 36 korban lumpur lapindo?

Jawab:
 =   jadi  = 6,4
 =  maka  = = 0,6


2.2.4 Cara menghitung peluang distribusi sampling rata-rata dengan luas kurva normal


Distribusi normal yang didapat dari distribusi rata-rata perlu distandarkan agar daftar distribusi normal baku dapat digunakan. Ini perlu untuk perhitungan-perhitungan. Untuk ini digunakan transformasi (Sudjana, 2005).
Transformasi ke angka baku Z :

Z = (Hasan, 2003).

Contoh :

Tinggi badan mahasiswa rata-rata mencapai 165 cm dan simpangan baku 8,4 cm. Telah diambil sebuah sampel acak terdiri atas 45 mahasiswa, tentukan berapa peluang tinggi rata-rata ke 45 mahasiswa tersebut:
a. antara 160 cm dan 168 cm
b. paling sedikit 166 cm
Jawab:
Jika ukuran populasi tidak dikatakan besarnya, selalu dianggap cukup besar untuk berlakunya teori. Ukuran sampel n = 45 tergolong sampel besar sehingga dari limit pusat berlaku, jadi rata-rata untuk tinggi mahasiswa akan mendekati distribusi normal dengan:

a) Rata-rata = 165 cm
Simpangan baku = = 1,252 cm.
Dengan = 160 cm dan = 168 cm didapat :
Z1 = = -4,392 dan Z2 = = 2,79

Penggunaan daftar distribusi normal baku memberikan luas kurva = 0,5 + 0,4918 = 0,9918.
Peluang rata-rata tinggi ke-45 mahasiswa antara 160-168 cm adalah 0,9918.

b) Rata-rata tinggi paling sedikit 166 cm memberikan angka Z paling sedikit:
= 0,399
Dari daftar normal baku, luas kurva = 0,5 – 0,2881 = 0,2119.
Peluang yang dicari = 0,2119.
(Sudjana, 2005)

2.3 Sebaran sampling simpangan baku


Populasi berukuran N diambil sampel berukuran n, dihitung simpangan bakunya (Sd). Maka rata-ratanya Sd dimana Sd = . Simpangan bakunya Sd = dengan simpangan baku populasi (Sudjana, 2005).
Transformasi yang diperlukan untuk membuat distribusi menjadi normal baku adalah:

Z = (Spiegel, 1992).


Contoh:

Varians sebuah populasi yang berdistribusi normal adalah 2,56. Diambil sampel acak berukuran 200. Berapakah rata-rata dan simpangan baku dari sebaran sampling simpangan bakunya?

Jawab:
Varians = 2,56 berarti  = 1,6
Jadi: sd =  = 1,6

sd = = = 0,08


PENUTUP
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sampling merupakan suatu studi tentang hubungan antara populasi dengan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Sebaran sampling terdiri dari sebaran sampling rata-rata dan sebaran sampling simpangan baku sehingga sampling dapat digunakan untuk menduga parameter populasi berdasarkan statistik sampel rata-rata dan simpangan baku.

DAFTAR PUSTAKA
Djarwanto dan Subagyo, P. 1998. Statistik Induktif Edisi Keempat. BPFE, Yogyakarta.
Hasan, I. 2003. Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif). PT Bumi Aksara, Jakarta.

Pasaribu, A. 1983. Pengantar Statistik Edisi Kelima. Yudhistira, Jakarta.
Spiegel, M. 1992. Theory and Problems of Statistics. Erlangga, Jakarta.
Sudjana. 2005. Metode Statistika Edisi Keenam. Tarsito, Bandung.
Supranto, J. 1988. Metode Riset dan Aplikasinya dalam Pemasaran. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Usman, H. 2008. Pengantar Statistika Edisi Kedua. PT Bumi Aksara, Jakarta.


LAMPIRAN



1. Lima ratus bantalan peluru memiliki rata-rata berat 5,02 gram dan simpangan baku 0,30 gram. Diambil sebuah sampel acak sebanyak 100 bantalan peluru, tentukan berapa peluang peluru yang dipilih dari kumpulan bantalan peluru tersebut:
a) Antara 496 dan 500 gram
b) Lebih dari 510 gram

2. Asumsikan bahwa tinggi badan dari 3000 orang mahasiswa dari sebuah universitas terdistribusi normal dengan rata-rata 68,0 inci dan simpangan baku sebesar 3,0 inci. Jika diperoh 80 sampel yang masing-masing terdiri dari 25 mahasiswa, maka berapa perkiraan rata-rata dan simpangan baku dari sebaran sampling rata-rata yang dihasilkan jika samplingnya dilakukan:
a) Dengan pengembalian
b) Tanpa pengembalian

3. Varians populasi dinosaurus yang berdistribusi normal adalah 1,96. Diambil sam-pel acak berukuran 450. Berapakah rata-rata dan simpangan baku dari sebaran sampling simpangan bakunya?